Dari Data Menuju Aksi: Mahasiswa STIKes Respati Paparkan Hasil MMD dan Akhiri PBLT III dengan Penguatan Kolaborasi Desa

Humas-STIKes Respati (05/03). Komitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh STIKes Respati melalui kegiatan Pemaparan Hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan Penarikan Kembali Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan Terpadu (PBLT) III Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Cintaraja.

Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menandai berakhirnya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat sekaligus ajang pemaparan hasil pendataan, analisis masalah kesehatan, serta intervensi yang telah dilakukan oleh masing-masing kelompok mahasiswa selama menjalankan program PBLT III.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Cintaraja, Agus Muslim, S.H, Kepala Puskesmas Singaparna, Hj. Ipit Kurniasih, S.ST., M.Keb., Wakil Ketua I STIKes Respati, Bdn. Fenty Agustini, S.ST., M.Kes, serta Wakil Ketua II STIKes Respati, Sinta Fitriyani, S.K.M., M.K.M. Turut hadir pula Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Isyeu Sriagustini, S.K.M., M.K.M., para dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat, Kepala Bagian Humas dan Kerjasama STIKes Respati, serta tamu undangan lainnya dari unsur pemerintah desa dan tenaga kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang sebelumnya telah dilaksanakan sebagai bagian dari proses identifikasi dan pemetaan masalah kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa bersama masyarakat dan aparat desa melakukan pendataan kondisi kesehatan warga, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan yang ada, serta merumuskan langkah-langkah intervensi yang relevan dan aplikatif.

Setiap kelompok mahasiswa memaparkan hasil temuan lapangan yang mencakup berbagai isu kesehatan masyarakat, mulai dari perilaku hidup bersih dan sehat, kondisi sanitasi lingkungan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga. Hasil analisis tersebut kemudian dilanjutkan dengan implementasi berbagai program intervensi yang telah dilaksanakan selama kegiatan PBLT III berlangsung.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua I STIKes Respati, Bdn. Fenty Agustini, S.ST., M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan PBLT merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa agar mampu memahami secara langsung dinamika kesehatan masyarakat.

“Mahasiswa kesehatan masyarakat harus mampu hadir di tengah masyarakat, melakukan analisis berbasis data, serta merancang solusi yang dapat diterapkan secara nyata. Melalui PBLT ini, mahasiswa belajar menjadi problem solver bagi kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Cintaraja, Agus Muslim, S.H, yang menyambut baik kontribusi mahasiswa STIKes Respati dalam membantu memetakan persoalan kesehatan di desa serta memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Singaparna, Hj. Ipit Kurniasih, S.ST., M.Keb., menilai bahwa sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemaparan hasil kegiatan mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemitraan. Acara ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan implementasi kerjasama antara STIKes Respati dengan mitra terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam penguatan program kesehatan masyarakat, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, STIKes Respati kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar praktik lapangan, PBLT III menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, kemampuan analisis kesehatan masyarakat, serta keterampilan merancang intervensi yang berdampak.

Dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan fasilitas pelayanan kesehatan, STIKes Respati terus melahirkan generasi tenaga kesehatan masyarakat yang visioner, adaptif, dan siap menjadi agen perubahan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.(Fy).

Dokumentasi Kegiatan

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan implementasi kerjasama

Yang menghadiri Kegiatan:
1. Bdn Hj. Ipit Kurniasih, S.ST., M.Kes (Kepala Puskesmas Singaparna)
2. Bdn, Fenty Agustini, S.ST,., M.Kes (Wakil Ketua I Bidang Akademik)
3. Agus Muslim, SH (Kepala Desa Cintaraja)
4. Isyeu Sriagustini, S.K.M., M.K.M (Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat)
5. Rifki Wiratama, S.Tr.KL., M.Kes (Pembimbing Akademik)
6. Abun Bunyamin Supriatna, ST (Pembimbing Lapangan)
7. Dosen Prodi Kesmas (Sinta Fitriani, S.K.M., M.K.M , Wuri Ratna Hidayani, SKM.M.Sc)
8. Kelapa SDM, Humas, Kerjasama (Sofi Maryadi, SE)
9. Mahasiswa/i Semester VII prodi S1 Kesmas