Bedah Buku "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelayanan Kebidanan", STIKes Respati Perkuat Budaya Literasi dan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat

Bedah Buku - STIKes Respati

Bedah Buku "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelayanan Kebidanan", STIKes Respati Perkuat Budaya Literasi dan Komitmen Pengabdian kepada Masyarakat

Humas – STIKes Respati (30/06/2026)

STIKes Respati kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan melalui kegiatan Bedah Buku "Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelayanan Kebidanan". Kegiatan ini menghadirkan para akademisi dan praktisi kesehatan untuk mendiskusikan pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi dalam mewujudkan pelayanan kebidanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan STIKes Respati tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Sinta Fitriyani, S.K.M., M.K.M., Dosen Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Hapi Apriasih, S.ST., M.Kes., Dosen Program Studi DIII Kebidanan, serta Dr. Tata Mahyuvi, S.Kep., M.S., M.Tr.Kep., akademisi dan praktisi kesehatan.

Pemaparan Materi oleh Narasumber Bedah Buku

Foto 1: Pemaparan Materi oleh Narasumber Bedah Buku

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa pelayanan kebidanan tidak hanya berfokus pada tindakan klinis, tetapi juga harus mampu memberdayakan masyarakat agar memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Sinta Fitriyani, S.K.M., M.K.M. menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan strategi yang sangat penting dalam pembangunan kesehatan.

“Masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menjaga kesehatannya akan menjadi mitra strategis bagi tenaga kesehatan. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar tercipta derajat kesehatan masyarakat yang optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Hapi Apriasih, S.ST., M.Kes. menegaskan bahwa peran bidan di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pemberi layanan kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan.

“Bidan memiliki peran sebagai edukator dan motivator bagi masyarakat. Melalui pendekatan pemberdayaan, bidan dapat membantu keluarga dan komunitas untuk lebih mandiri dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” ungkapnya.
Diskusi Interaktif Bersama Sivitas Akademika

Foto 2: Diskusi Interaktif Bersama Sivitas Akademika

Pada kesempatan yang sama, Dr. Tata Mahyuvi, S.Kep., M.S., M.Tr.Kep. menjelaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan saat ini.

Kegiatan bedah buku ini mendapat sambutan antusias dari peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan tenaga kesehatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan and pandangan yang memperkaya pemahaman mengenai implementasi pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan kebidanan.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa bedah buku ini merupakan bagian dari upaya STIKes Respati untuk memperkuat budaya literasi dan meningkatkan produktivitas akademik di lingkungan kampus.

Sesi Foto Bersama Bedah Buku

Foto 3: Sesi Dokumentasi Bersama Pengisi Acara Bedah Buku

Melalui kegiatan ini, STIKes Respati kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, inovatif, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan kesehatan di Indonesia.

“Membangun Literasi, Memberdayakan Masyarakat, Mewujudkan Indonesia Sehat.”

(fy)