Melalui Penguatan Aturan Kepegawaian, Pengembangan SDM, dan Sosialisasi PPKPT, STIKes Respati Siapkan Generasi Akademik yang Profesional dan Berintegritas
Humas – STIKes Respati (10/06)
Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan dosen serta tenaga kependidikan yang diselenggarakan di ruang rapat Lantai II.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan kapasitas SDM, sekaligus meneguhkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Foto 1: Suasana Pembinaan SDM di Ruang Rapat Lantai II
Acara dibuka oleh Sofy Maryadi selaku Kepala BPSDM, Humas, dan Kerja Sama. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan paparan mengenai aturan kepegawaian yang disampaikan oleh Sinta Fitriani selaku Wakil Ketua II. Dalam paparannya disampaikan berbagai ketentuan terkait disiplin kerja, kehadiran, hak dan kewajiban pegawai, mekanisme perizinan, cuti, serta berbagai kebijakan yang menjadi landasan terciptanya tata kelola SDM yang profesional.
Menurutnya, aturan kepegawaian bukan sekadar perangkat administratif, melainkan instrumen untuk membangun budaya kerja yang sehat, akuntabel, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan.
Foto 2: Pemaparan Materi Rencana Pengembangan SDM oleh Wakil Ketua II
Selanjutnya, pada sesi Rencana Pengembangan Dosen dan Tenaga Kependidikan, Wakil Ketua II memaparkan arah strategis pengembangan SDM STIKes Respati dalam beberapa tahun ke depan. Program tersebut meliputi peningkatan kompetensi melalui pelatihan, workshop, sertifikasi, studi lanjut, penguatan kapasitas kepemimpinan, hingga peningkatan produktivitas akademik dan nonakademik.
Paparan tersebut mendapat antusiasme peserta karena dinilai memberikan gambaran yang jelas mengenai peluang pengembangan karier serta kontribusi yang dapat diberikan dalam mendukung transformasi institusi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang disampaikan oleh Reza Pujianto. Dalam paparannya dijelaskan mengenai pentingnya membangun budaya kampus yang menghormati martabat setiap individu, mekanisme pelaporan, perlindungan korban, serta peran aktif seluruh civitas akademika dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai masukan yang disampaikan peserta menunjukkan tingginya kepedulian civitas akademika terhadap peningkatan kualitas SDM dan penguatan budaya organisasi di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, STIKes Respati Tasikmalaya menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan institusi adalah investasi pada manusia. Dengan SDM yang disiplin, kompeten, berintegritas, dan memiliki kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, STIKes Respati optimistis mampu melahirkan lulusan dan tenaga profesional kesehatan yang unggul serta siap menjawab tantangan masa depan.
Disiplin adalah fondasi, kompetensi adalah kekuatan, dan integritas adalah identitas. Mari menjadi bagian dari transformasi STIKes Respati menuju kampus kesehatan yang unggul, humanis, dan berdaya saing global.”
(fy)
