Tasikmalaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa STIKes Respati Tasikmalaya. Dari 55 peserta yang mengikuti Kompetisi Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026, sebanyak 20 finalis berhasil lolos ke babak Grand Final dan secara resmi dikukuhkan sebagai Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya 2026. Di antara mereka, tiga mahasiswa STIKes Respati Tasikmalaya turut mengamankan tempat di babak puncak dan kini bersiap memperebutkan gelar Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah M. Abid, Yunda Laela dari Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Angkatan 2025, serta Nurazizah dari Program Studi S1 Kebidanan. Grand Final nantinya akan menentukan tiga juara terbaik melalui dua komponen penilaian utama, yaitu Question and Answer (Q&A) di hadapan dewan juri serta Favorite Duta Baca berdasarkan voting masyarakat melalui Instagram.
Bukan Sekadar Lomba, Peserta Harus Terjun Langsung ke Masyarakat
Kompetisi Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menguji kemampuan berbicara di atas panggung. Para peserta diwajibkan melakukan observasi lapangan ke berbagai kecamatan untuk memetakan kondisi literasi masyarakat secara langsung. M. Abid mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi.
"Seru sekaligus menegangkan. Selain mendapatkan banyak relasi baru, kami juga harus turun langsung ke lapangan melakukan observasi ke beberapa kecamatan. Saat berada di desa, prosesnya cukup menantang karena beberapa narasumber sulit dihubungi. Kami melakukan wawancara mengenai kondisi literasi masyarakat di lokasi tersebut." — M. Abid
Dari hasil observasi, Abid menemukan fakta yang cukup memprihatinkan. "Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat literasi masyarakat masih tergolong rendah. Padahal sebenarnya fasilitas seperti pojok baca atau pojok buku sudah tersedia. Ini menjadi tantangan besar bagaimana fasilitas yang ada benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat."
Mengusung Literasi Finansial untuk Masyarakat
Sebagai bagian dari kompetisi, setiap peserta diwajibkan menyusun dan menawarkan sebuah program literasi yang dapat diimplementasikan di masyarakat. Berbeda dengan peserta lain, Abid memilih fokus pada literasi finansial. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan merupakan bekal penting yang perlu dimiliki masyarakat sejak dini agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara lebih bijak. Program yang diusung tersebut mendapat respons dan antusiasme yang tinggi selama proses penilaian.
Optimistis Bawa Nama Baik STIKes Respati
Menjelang Grand Final, Abid mengaku terus mempersiapkan diri menghadapi sesi tanya jawab yang menjadi penentu utama kemenangan. Ia berharap perjuangan bersama dua rekannya mampu mengharumkan nama STIKes Respati Tasikmalaya di tingkat kabupaten.
"Harapan saya tentunya bisa memberikan yang terbaik, masuk tiga besar, dan membawa nama baik STIKes Respati Tasikmalaya. Semoga apa yang telah kami persiapkan dapat memberikan hasil terbaik."
Keberhasilan tiga mahasiswa STIKes Respati Tasikmalaya menembus Grand Final menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan budaya literasi di tengah masyarakat. Kini, dukungan seluruh sivitas akademika dan masyarakat menjadi energi tambahan bagi ketiga finalis untuk tampil maksimal di panggung Grand Final serta mengukir prestasi terbaik bagi kampus dan Kabupaten Tasikmalaya.
