STIKes Respati Jadi Narasumber di UNITAS, Kupas Jalur RPL Sebagai 'Game Changer' Pendidikan Tinggi
Semangat memperluas akses pendidikan tinggi kembali digaungkan oleh Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) melalui kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang menghadirkan narasumber dari STIKes Respati Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat UNITAS ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan pejabat struktural di lingkungan Universitas Islam Tasikmalaya.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yakni Isyeu Sri Agustini, S.K.M., M.K.M. dan Yunita Putri, S.T., yang memberikan pemaparan secara komprehensif mengenai penyelenggaraan RPL, mulai dari regulasi, mekanisme penerimaan mahasiswa baru melalui jalur RPL, alur pendaftaran, asesmen, hingga proses pelaporan ke sistem yang terintegrasi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapan institusi dalam mengimplementasikan program RPL, sekaligus mendukung perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang memiliki pengalaman kerja maupun pengalaman belajar nonformal dan informal.
Dalam pemaparannya, Isyeu Sri Agustini, S.K.M., M.K.M., menjelaskan bahwa Rekognisi Pembelajaran Lampau merupakan salah satu kebijakan strategis yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi yang telah dimiliki.
"RPL menjadi jembatan bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi, namun belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Program ini membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan daya saing sumber daya manusia." — Isyeu Sri Agustini, S.K.M., M.K.M.
Sementara itu, Yunita Putri, S.T., memaparkan aspek teknis penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) secara komprehensif, mulai dari mekanisme pendaftaran and administrasi, proses asesmen dan verifikasi dokumen peserta, penetapan pengakuan kredit mata kuliah, hingga tahapan pelaporan pada sistem yang telah ditetapkan oleh kementerian.
"RPL bukan hanya menjadi alternatif jalur penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi dan pengalaman belajar yang telah dimiliki masyarakat. Oleh karena itu, setiap tahapan, mulai dari asesmen hingga pelaporan, harus dilaksanakan secara cermat dan sesuai standar yang telah ditetapkan." — Yunita Putri, S.T.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan dan struktural Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari persyaratan peserta RPL, mekanisme asesmen, tata kelola program, hingga teknis pelaporan pada sistem.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) dalam mempersiapkan penyelenggaraan program RPL secara optimal, sehingga mampu membuka akses pendidikan yang lebih inklusif, meningkatkan jumlah mahasiswa baru, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Melalui sosialisasi ini, Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) dan STIKes Respati Tasikmalaya menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau yang berkualitas dan berkelanjutan.
