Upaya menghadirkan persalinan yang aman dan berkualitas tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Di tengah masyarakat desa, terdapat sosok yang memiliki peran strategis dalam memastikan ibu dan keluarga mendapatkan pendampingan yang tepat: kader dan pendamping persalinan.
Semangat itulah yang menjadi bagian penting dalam kegiatan Penelitian Dosen Pemula (PDP) Tahun 2026 bertajuk “SRIKANDI: Model Pemberdayaan Kader dan Keluarga untuk Persalinan Normal di Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya.”
Kegiatan ini dihadiri oleh 30 kader dan pendamping persalinan yang mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kapasitas mereka dalam memberikan dukungan kepada ibu dan keluarga, khususnya dalam menghadapi proses persalinan.
Tiga Materi, Satu Tujuan
Pembekalan menghadirkan sejumlah materi yang berorientasi pada keterampilan praktis dan penguatan peran kader.
Materi pertama, “Panduan Kerja Kader”, disampaikan oleh Bdn. Fenty Agustini, SST., M.Kes. Materi ini memberikan pemahaman mengenai peran, tugas, serta langkah kerja kader dalam mendukung ibu dan keluarga.
Selanjutnya, Novita Tri Rahayu, SST., M.Si., M.Tr.Keb. menyampaikan materi “Panduan Kerja Kader” yang memperkuat pemahaman peserta mengenai pelaksanaan pendampingan secara terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, materi “Panduan Pendamping Persalinan” disampaikan oleh Erwina Sumartini, S.ST., M.Keb. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya pendampingan yang tepat selama proses persalinan, sehingga kader dan pendamping memiliki bekal dalam menjalankan perannya secara lebih percaya diri dan terarah.
Dari Pembekalan Menuju Pemberdayaan
Program SRIKANDI membawa pesan yang lebih besar dari sekadar pelatihan. Pemberdayaan kader dan keluarga menjadi investasi sosial untuk membangun kesadaran bahwa persalinan normal yang aman membutuhkan dukungan bersama.
Ketika kader memiliki pengetahuan yang memadai dan keluarga memiliki pemahaman yang baik, maka keputusan-keputusan penting terkait kehamilan dan persalinan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terinformasi.
"Karena di balik setiap persalinan yang aman, ada keluarga yang siap, kader yang berdaya, dan masyarakat yang peduli."
Melalui kegiatan ini, SRIKANDI diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah model penelitian, tetapi dapat berkembang menjadi pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
SRIKANDI hadir membawa satu visi: memberdayakan kader, menguatkan keluarga, dan menghadirkan masa depan persalinan yang lebih aman bagi perempuan di Desa Cikunir. (FY)
