Ketika Kinerja Bicara — STIKes Respati Tutup Tahun Akademik 2025-2026 dengan Laporan Pertanggungjawaban
Bukan sekadar forum pelaporan, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Unit Kerja STIKes Respati menjadi ruang untuk melihat kembali sejauh mana setiap unit telah bergerak, bekerja, dan memberi dampak nyata bagi keberlangsungan institusi.
Bertempat di lingkungan STIKes Respati, kegiatan yang berlangsung pada 20 Agustus 2026 tersebut dibuka langsung oleh Ketua STIKes Respati, Dr. Lilis Lisnawati, S.ST., M.Keb. Suasana forum berlangsung serius, namun tetap cair dan hangat. Setiap unit kerja menyampaikan capaian kinerja berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan sebagai tolok ukur pencapaian institusi.
Di balik angka dan laporan yang dipaparkan, terselip sebuah pesan penting: kinerja bukan sekadar tentang apa yang telah dilakukan, tetapi tentang seberapa besar kontribusi yang diberikan untuk membawa institusi bergerak maju.
360 Derajat: Saat Kinerja Dinilai dari Berbagai Sudut
Salah satu momen yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian hasil penilaian kinerja 360 derajat. Penilaian ini tidak hanya melihat kinerja dari satu perspektif, tetapi menjadi gambaran menyeluruh mengenai kontribusi, tanggung jawab, kolaborasi, serta kualitas kepemimpinan dalam menjalankan tugas harian.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Kepala LP3M berhasil meraih predikat Kinerja Terbaik. Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa kerja yang konsisten, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu pada akhirnya akan menemukan apresiasinya.
Sementara itu, untuk kategori Unit Kerja Terbaik, penghargaan berhasil diraih oleh Unit Kerja Keuangan.
Pencapaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi unit dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya, sekaligus mendukung tata kelola institusi yang semakin efektif, transparan, dan akuntabel.
Bukan Tentang Siapa yang Terbaik, Tetapi Seberapa Jauh Kita Bertumbuh
Forum LPJ tidak berhenti pada penyampaian capaian semata. Setiap angka menjadi bahan evaluasi, setiap keberhasilan menjadi pembelajaran, dan setiap kekurangan menjadi pijakan untuk memperbaiki langkah berikutnya.
Dalam suasana yang sesekali serious namun tetap diselingi keakraban, seluruh unit kerja menyampaikan capaian masing-masing. Diskusi berlangsung dinamis, menunjukkan bahwa budaya evaluasi di STIKes Respati tidak harus selalu hadir dalam suasana kaku. Sebab pada akhirnya, institusi yang besar bukan dibangun oleh satu unit kerja, melainkan oleh banyak orang yang bekerja dalam satu arah yang sama.
Menutup Hari dengan Komitmen Baru
Kegiatan yang dimulai dengan semangat evaluasi tersebut akhirnya berakhir pada pukul 18.30 WIB. Namun, berakhirnya forum bukan berarti berakhirnya pekerjaan. Justru dari forum inilah langkah strategis berikutnya dimulai.
Capaian kinerja menjadi pijakan. IKU menjadi arah. Evaluasi menjadi cermin. Dan kolaborasi menjadi kekuatan. STIKes Respati tidak hanya ingin menjadi institusi yang mampu mencatat pencapaian, tetapi institusi yang mampu menciptakan perubahan.
"Karena setiap laporan bukan sekadar angka. Di balik setiap angka, ada kerja. Di balik setiap kerja, ada tanggung jawab. Dan di balik setiap tanggung jawab, ada masa depan institusi yang sedang dibangun. Hari ini kita melaporkan apa yang telah dikerjakan. Besok, kita bekerja untuk sesuatu yang lebih besar."
Komitmen Bersama
STIKes Respati — Bertumbuh dalam Kinerja, Bergerak dalam Kolaborasi, Berdampak untuk Masa Depan.
